KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Kuasa atas segala Rahmat, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya
yang mungkin sangat sederhana. Makalah ini berisikan tentang pengertian ,
macam, dan cara pembuatan tapestry dan patung
Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman dan juga berguna untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Makalah ini
saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat
kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Losari, …… April 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti
pemujaan, persembahan, dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan
upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni
berasal dari bahasa Belanda genie dalam bahasa Latin disebut genius, artinya
kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir.
Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan
sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian
kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir
manusia. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan
akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku
serta karya fisik sekelompok manusia.
Seni budaya merupakan penjelmaan
rasa seni yang sudah membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah
dapat dirasakan oleh orang banyak dalam rentang perjalanan sejarah peradaban
manusia. Seni dapat berupa seni tari, seni musik, seni teater, maupun seni
rupa.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengertian Tapestri dan
Patung ?
2
Macam – macam Tapestri dan patung ?
3
Cara membuat Tapestri dan patung ?
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ............................................................................................................
DAFTAR
ISI...........................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN .....................................................................................................
A.
Latar
Belakang ............................................................................................................
B.
Rumusan
Masalah .......................................................................................................
BAB
II TAPESTRI DAN PATUNG .....................................................................................
I.
TAPESTRI
..................................................................................................................
A.
Pengertian
Tapestri ................................................................................................
B.
Bahan
dan Alat Tenun tapestry .............................................................................
C.
Teknik
Tapestri ......................................................................................................
D.
Macam
– macam tusuk Tapestri ............................................................................
II.
PATUNG
....................................................................................................................
A.
Pengertian
Patung ..................................................................................................
B.
Fungsi
Patung ........................................................................................................
C.
Media
Seni Patung ................................................................................................
D.
Membuat
patung ....................................................................................................
BAB
II
TAPESTRY
DAN PATUNG
I.
TAPESTRI
A. Pengertian Tapestri
Tapestri adalah sebuah teknik membuat karya tekstil dengan
cara menenun benang-benang, serta-serat, dan bahan lain. Teknik tapestri
memiliki kesamaan dengan merajut. Media yang digunakan berupa benang, sabut
kelapa, kain, kertas yang digulung kecil, serta benda lain. Pada kehidupan
sehari-hari tapestri dijumpai pada keset kaki, gantungan pot bunga, ikat
pinggang, taplak meja, dan syal. Kata Tapestri diambil dari bahasa Perancis
Tapiesserie yang berarti penutup lantai atau bahasa Latin Tapestrum, sejenis
sulaman yang memiliki banyak teknik.
Sebagai benda seni tapestri dapat dilihat berupa hiasan
dinding dan sebagai benda pakai tapestri dapat berupa korden, permadani atau
karpet, dan keset. Struktur bentuk tapestri terdiri dari tenunan benang lungsi
dan pakan yang dibuat menjadi barang atau benda seni tertentu. Benang lungsi
adalah jalinan benang-benang yang menghadap kearah vertikal sedangkan
benang-benang pakan adalah benang yang mengarah horisontal dan menjadi bagian
dari benang yang membentuk bidang gambar tertentu.
Tapestri bisa digolongkan kedalam teknik tenun, dimana
tapestri juga punya benang lungsi (benang vertikal pada kain) dan benang pakan
(benang horizontal pada kain). Beda tenun dan tapestri terletak pada tapestri
benang lungsi hanya sebagai alat bantu, bukan pembentuk utama pada kain,
sedangkan benang pakan-nya, menjadi bentuk utama pada karya tapestri. Pada
tenun lungsi dan pakan merupakan satu kesatuan utuh pembentuk kain, keduanya
seimbang.
Keindahan dari karya tapestri dapat dilihat dari penggunaan
unsur-unsur garis, warna dan bidang pada pola-pola gambar dan bahan-bahan
pendukung lainnya seperti manik-manik dari kayu atau logam dan tebal tipisnya
benang. Keindahan dan keunikan dari karya tapestri perlu juga diperhatikan
faktor komposisi, proporsi, keseimbangan, irama dan kesatuan dari masing-masing
bagian karya tapestri.
B. Bahan dan
Alat Tenun Tapestri
1. Alat Tenun
Tapestri
· Bentangan (Spanram). Alat spanram digunakan
untuk mengaitkan benang lungsi dan jalinan pakan yang membentuk corak atau
motif tenunan. Spanram dapat dibuat dengn bahan kayu yang salah satu sisi yang
berhadapan diberikan paku dengan ukuran 1 cm antar pakunya.
· Gunting. Alat gunting digunakan untuk
memotong sisa benang dan bahan-bahan yang berlebih dan tidak terpakai.
· Sisir. Sisir digunakan untuk
merapatkan benang-benang yang sudah ditenun sampai mendapatkan kerapatan yang
baik.
· Paku Penggulung. Fungsi paku
penggulung digunakan untuk menyisipkan benang pakan pada benang lungsi sehingga
membentuk corak atau motif tertentu.
· Jarum pipih kayu berfungsi untuk
memasukan benang pakan.
2. Bahan
Bahan-bahan
tenun Tapestri adalah sebagai berikut :
Benang Wol beraneka warna sesuai dengan ragam hias yang akan
dibuat. Benang wol ada beberapa macam misalnya Crewel wool biasanya digunakan
di atas kanvas atau kain strimin untuk membuat keset, karpet dan tas. Tapestry
wool biasanya digunakan untuk membuat hiasan dinding, tas dan sampul buku.
C. Teknik
Tapestri
Ragam hias dengan menggunakan teknik tapestri dilakukan
dengan menenun benang pakan pada benang lungsi yang dikaitkan pada bentangan
kayu yang disebut spanram. Spanram digunakan sebagai alat untuk menunjang
benang lungsi dan pakan yang menjadi elemen pembentuk ragam hias. Beberapa
tahapan dalam membuat ragam hias dengan teknik tapestri adalah sebagai berikut
:
1.
Menyiapkan Desain Ragam Hias
Desain
berupa gambar dengan tema tertentu, misalnya gambar kepala harimau. Desain
dibuat untuk mempermudah dalam membuat tenunan. Desain ini merupakan model yang
akan dibuat ke dalam tenunan tapestri.
2.
Menenun
Tenun
tapestri terdiri dari benang lungsi sebagai dasar dan jalinan benang pakan yang
memberi ragam hiasnya. Jalinan benang lungsi dan pakan akan menyatu dalam satu
bentuk ragam hias. Ada dua macam teknik dalam tenunan tapestri antara lain :
v Teknik tenun simetris. Teknik tenun
tapestri menggunakan teknik tenun simetris yaitu teknik dengan memasukkan
benang pakan sejajar dengan tenunan benang pakan lainnya dan terkait diantara
benang lungsi sehingga membentuk ragam hias.
v Teknik tenun a-simetris. Penggunaan
teknik a-simetris yaitu teknik menenun dengan benang pakan ditenun menyilang
pada benang lungsinya dan dilakukan berulang-ulang sesuai dengan desain ragam
hias yang di buat.
Tenun
tapestri juga terdapat sambungan antar benang-benangnya. Benang yang disambung
umumnya terdapat pada benang pakannya, karena pada benang pakan merupakan unsur
pembentuk ragam hiasnya.
D. Macam-macam
Tusuk Tapestry
Tusuk tapestry pada dasarnya terdiri atas 5 macam tusuk
dasar (Basic Technique) yaitu tusuk silang (crossed stiches), tusuk lurus
mendatar atau menurun (straight stiches), tusuk diagonal (diagonal stiches),
tusuk ikal (looped stiches), dan tusuk bintang (star stiches).
- Stik Silang (crossed stiches) Stik silang dapat divariasikan menjadi stik beras atau dikombinasikan antara stik silang dengan stik lurus dan dikerjakan secara bertumpuk sehingga menghasilkan tekstur yang tebal.Stik Lurus (Straight Stick)
- Stik Dagonal (Diagonal Stick)
- Stik Bintang (Star Stiches)
- Stik Ikal (looped stiches)
- Stik Mengikuti Bentuk (Leaves and Flower)

II. PATUNG
A. Pengertian Patung
Patung
merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Kamus Besar Indonesia bertuliskan
bahwa, patung adalah benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara
pembuatanya dipahat pengertian ini didasarkan terjemahan dari bahasa inggris
SCULPTURE, karena pematung jaman dahulu menggunakan tehnik pahat.
Seni
patung disebut juga plasticart atau seni plastic, mudah dibentuk sesuka hati.
Seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk (bentuk-bentuk yang memiliki
keindahan)
B. Fungsi Patung
Seni
patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada jaman hindu
dan budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan
teladan. Pada perkembangan selanjutnya patung di buat untuk monument/
peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan.
Pada
jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya lebih
bebas dan bervariasi dan seni patung itu di ciptakan untuk dinik mati nilai
keindahan bentuknya.
Secara umum berdasarkan
pembutanya seni patung ada 6 macam yaitu :
- Patung
religi, untuk sarana beri badah,bermakna relijius.
- Patung
monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
- Patung
arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
- Patung
dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
- Patung
seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
- Patung
kerajinan, hasil dari para pengrajin.
C. Media Seni Patung
Media seni patung adalah
berupa bahan, alat, dan teknik yang diperlukan dalam seni patung.
1. Bahan
Bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :
Bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :
-
bahan lunak
-
Yang dimaksud bahan
lunak adalah material yang empuk dan mudah di bentuk misalnya : tanah liat,
lilin, sabun. Tanah liat yang baik harus bersih dari kerikil, akar, rumput,
dll. Daya susut tanah tidak lebih dari 10%,supaya kalau sudah kering tidak
pecah/ hancur,tanah liat harus juga cukup elastis artinya mudah di bentuk,
tidak telalu lembek atau terlalu keras. Untuk bahan plastisin (lilin) mudah
dapat di took, tingkat plastisinya bermacam-macam, ada yang sangat lembek,
cukup lembek, dan agak lembek. Bahan sabun mudah di bentuk,akan tetapi ukuranya
kecil, kita tidak bisa berkarya lebih besar.
-
bahan sedang
Artinya bahan itu tidak
lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru,kayu sengan, kayu randu,dan kayu
mahoni.
-
bahan keras
Bahan keras dapat berupa
kayu atau batu-batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin.
Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu
pualam (manmer).
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.
2. ALAT
Peralatan
yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya
alat-alat yang digunakan :
-
Butsir adalah alat
Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
-
Meja putar adalah
meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara diputar,fungsinya
untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
-
Pahat
-
Palu
-
Cetakan berfungsi
untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
-
Sendok adokan
berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.
D. MEMBUAT
PATUNG
1. Patung
bahan lunak
Teknik membuatnya dengan
cara membutsin langkah-langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan
tanah liat/ plastisin. Butsir, air, meja putar, gambar racangan patung.
b. Tempatkan
tanah liat atau plastisin di atas meja putar, sedikit demi sedikit sambil meja
di putar.
c. Pijat-pijat
bahan hinga mendekati bahan yang diinginkan sambil dikasih air sedikit demi
sedikit, secara global jika bahan kurang bisa di tambah, sebaiknya bila
berlebihan bisa dikurangi.
d. Sempurnakan
bentuk dengan alat Bantu butsir dan berikan sentuhan akhir dengan pembentukan
lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.
2. Patung
bahan keras
Dikerjakan dengan cara
memahat/mengukir langkah langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan
balok kayu sesuai ukuran yang kita inginkan dan pindahkan gambar/pola di atas
permukaan balok kayu.
b. Lakukan
pemotongan dengan gergaji dari 4 sisi, pembentukan sedikit demi sedikit hingga
mendekati bentuk global.
c. Buatlah
bentuk global,bandingkan dengan gambar/pola/gagasan dengan amplas supaya halus.
d. Lanjutkan
dengan membuat bentuk ujung lebih detail/sempurna dan haluskan dengan amplas
lagi.
e. Difirising
dengan menggunakan cat akritik/melamin

